H Thoyib Hidayat: Jangan Sampai Menjadi Orang Miskin

Bantul (MAN 2 Bantul) – “Orang harus pandai memanfaatkan kesempatan dalam hidup”, demikian disam...

Pemilos MAN 2 Bantul menjadi Latihan bagi Pemilih Pemula

Bantul (MAN 2 Bantul) – Pemilihan ketua OSIS (Pemilos) sebagai salah satu hajatan demokrasi pesert...

Kembangkan Potensi Diri, Cegah Nikah Dini

MAN 2 BANTUL – Antisipasi semakin meningkatnya angka pernikahan dini di Kabupaten Bantul, madras...

Hadapi Kelulusan, MAN 2 Bantul Jalin Kerjasama dengan Orangtua Siswa

Bantul (MAN 2 Bantul) – Peserta didik kelas XII MAN 2 Bantul akan segera menempuh ujian kelulusan....

BLK Lakukan Uji Keterampilan Peserta Didik MAN 2 Bantul

  Bantul (MAN 2 Bantul) – Selain mengujikan mata pelajaran untuk bekal Ujian Nasional Berbasis Ko...

Kepala MAN 2 Bantul: Santri Bukan Hanya Mereka yang Belajar di Pesantren

Bantul, (MAN 2 Bantul) – “Santri bukan hanya mereka yang belajar di pesantren”, demikian disampaik...

Pembagian Hasil Belajar Peserta Didik MAN 2 Bantul

Bantul (MAN 2 Bantul) – Pemandangan sedikit berbeda terjadi di MAN 2 Bantul. Pada hari ini, Sabtu ...

Kunjungan Studi MAN 2 Bantul di IAIN Salatiga

Bantul (MAN 2 Bantul) – Peserta didik MAN diharapkan nantinya bisa melanjutkan pendidikan ke jenja...

AMT MAN 2 Bantul Membekali Peserta Didik Menyongsong Masa Depan

  Bantul (MAN 2 Bantul) – Ujian Nasional (UN), Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), d...

MAN 2 Bantul Selenggarakan Pengajian untuk Jalin Silaturahmi

Bantul (MAN 2 Bantul) – Pendidikan seorang anak memerlukan kerjasama semua pihak. Madrasah sebagai...

  • H Thoyib Hidayat: Jangan Sampai Menjadi Orang Miskin

  • Pemilos MAN 2 Bantul menjadi Latihan bagi Pemilih Pemula

  • Kembangkan Potensi Diri, Cegah Nikah Dini

  • Hadapi Kelulusan, MAN 2 Bantul Jalin Kerjasama dengan Orangtua Siswa

  • BLK Lakukan Uji Keterampilan Peserta Didik MAN 2 Bantul

  • Kepala MAN 2 Bantul: Santri Bukan Hanya Mereka yang Belajar di Pesantren

  • Pembagian Hasil Belajar Peserta Didik MAN 2 Bantul

  • Kunjungan Studi MAN 2 Bantul di IAIN Salatiga

  • AMT MAN 2 Bantul Membekali Peserta Didik Menyongsong Masa Depan

  • MAN 2 Bantul Selenggarakan Pengajian untuk Jalin Silaturahmi

NextPrevious


Fadhilah Shalat Berjamaah

IMG 0514 edit-

Hakikat shalat adalah mengingat Allah SWT sebagai Sang Kholiq dan dan sebagai sarana dzikrullah sebagaimana firmannya dalam QS. Thaha/20 : 14. Yang artinya : “sesungguhnya Akulah Allah, tidak ada Tuhan kecuali Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu.”

Orang yang menganggap bahwa shalat sebagai sarana untuk mengingat Allah, akan mendapatkan ketentraman hati, Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ra’d/13 : 28 artinya :”Orang-orang yang beriman dan ahti mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Apalagi dalam melaksanakan shalat dilakukan dengan berjamaah yang lebih utama dilakukan di masjid pahalanya lebvih besar dan akan mendapatkan fadhilah dari shalat berjamaah itu. Sebagaimana hadits dari Qobats bin Assyam Allaith r.a. meriwayatkan bahwa dia mendengar Rasululloh Saw. bersabda : Sholatnya 2 orang secara berjamaah lebih disukai Alloh Swt. daripada sholat 4 orang secara sendiri-sendiri. Sholatnya 4 orang secara berjamaah lebih disukai oleh Alloh Swt. daripada sholatnya delapan orang secara sendiri-sendiri. Sholatnya 8 orang secara berjamaah lebih disukai oleh Alloh Swt. daripada sholatnya 100 orang secara sendiri-sendiri.

Dalam hadits lain dikatakan jamaah yang lebih besar lebih disukai Alloh Swt. daripada jamaah yang kecil. Sebagian orang berpendapat bahwa tidak ada salahnya sholat berjamaah di rumah atau di tempat kerjanya (kantor, toko, dsb.). Ini adalah pendapat yang keliru. Pertama, mereka tidak dapat memperoleh KEUNTUNGAN sholat berjamaah di masjid, kedua mereka kehilangan keberkahan karena tidak bergabung dalam jamaah yang besar, karena semakin besar/banyak orang yang berjamaah Alloh semakin memberikan keberkahan dalam jamaah yang besar tersebut.

Kalau tujuan kita sholat untuk mencapai keridoan Alloh Swt. Mengapa kita tidak melakukan amalan (sholat) yang lebih diridoi Alloh Swt. yaitu dengan sholat berjamaah. Banyak kerugian yang kita derita dengan sholat sendiri/tidak berjamaah. Belum tentu bacaan sholat kita, terutama bacaan Al Fatihah, benar atau sempurna, belum tentu khusyu, dan lain-lain. Dengan sholat berjamaah segala kekurangan-kekurangan kita dalam syarat dan rukun sholat ada kemaafan dari Alloh Swt. Shalat berjamaah di masjid buat seorang laki-laki lebih utama dari pada shalat berjamaah di rumahnya. Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW berikut ini:


عَنْ عَبْدِ الله بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم قال, “صَلاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وعِشرينَ دَرَجَةً” مُتّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abdullah bin Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Shalat berjamaah lebih utama dari shalat sendirian dengan 27 derajat.” (HR Muttafaq ‘alaihi)


وَلَهُمَا عَنْ أَبِي هُرَيْرةَ رَضيَ اللَّهُ عَنهُ “بِخَمْسٍ وَعشْرين جُزْءًا وَكَذَا لِلْبُخَاريِّ عَنْ أَبي سَعِيدٍ رَضيَ اللَّهُ عَنْهُ وَقَالَ, “دَرَجَةً.”

 Dan riwayat kedua namun lewat jalur Abi Hurairah ra. disebutkan, “dengan 25 bagian.” Dan dari riwayat Abi Said menurut Bukhari dengan lafadz; “derajat.” Beberapa ulama menafsirkan hadits Rasulullah SAW tentang fadhilah shalat berjamaah lebih utama 27 derajat dari shalat sendirian atau 25 bagian, dengan memberikan beberapa ketentuan, yaitu shalat berjamaah itu dilakukan di masjid di awal waktu.

Di antara rahasia fadhilah shalat berjamaah di masjid itu adalah:

  1. Sebelum berjalan ke masjid, ketika seseorang berwudhu’ di rumahnya, bukan berwudhu’ di masjid, dia telah mendapatkan pahala atas wudhu’nya.
  2. Ketika dia memakai pakaian dan wewangian dengan niat karena akan masuk masjid, maka dia akan mendapat pahala tersendiri. Karena Allah SWT telah memerintahkan agar seseorang berhias setiap masuk masjid.
  3. Ketika seseorang berjalan ke masjid dengan melangkahkan kaki, maka tiap langkah kakinya itu mendapatkan kebaikan tersendiri yang mendatangkan pahala.
  4. Ketika masuk masjid, seseorang akan mendapat pahala bila membaca doa masuk masjid.
  5. Masih ketika masuk masjid, dia juga akan mendapatkan pahala ketika melangkah dengan kaki kanannya.
  6. Begitu masuk masjid, seseorang akan mendapat kesempatan mendapatkan pahala dari shalat tahiyatul masjid.
  7. Kemudian ketika seseorang duduk di masjid sambil menunggu datangnya waktu shalat, dia sudah terbilang melakukan i’tikaf bila dia meniatkannya. Menurut mazhab As-syafi’iyah, i’tikaf bisa dilakukan asalkan dengan niat dan berdiam di masjid, meski hanya sesaat saja.
  8. Begitu adzan berkumandang, dia juga akan mendapatkan kesempatan mendapatkan pahala tersendiri dengan mendengarkan adzan dan menjawabnya. Apalagi bila dia sendiri yang melakukan adzan.
  9. Setelah mendengar adzan, dia akan mendapatkan kesempatan mendapatkan kebaikan lagi ketika membaca doa setelah adzan.
  10. Selesai doa adzan, dia akan mendapatkan lagi kesempatan mendapat pahala dengan shalat sunnah qabliyah.
  11. Setelah iqamat didengungkan, lalu imam mengatur barisan, dia akan mendapatkan pahala lagi bila ikut memperhatikan imam dan mengatur barisannya agar lurus dan rapat.
  12. Pada saat shalat jamaah dilaksanakan, dia akan mengikuti semua gerakan imam dengan baik. Kalau imam berdiri, maka dia berdiri, kalau imam rukuk, maka dia rukuk, kalau imam sujud maka dia ikut sujud. Semua tindakannya mengikuti imam itusudah mendatangkan pahala tersendiri.
  13. Ketika imam sampai pada bacaan “waladhdhaallin”, maka dia menjawab, “amiin.” Jawaban itu mendatangkan pahala tersendiri.
  14. Dia juga akan mendapatkan pahala tersendiri ketika mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri, dibandingkan saat shalat sendirian di rumah, atau berjamaah di rumah. Karena salam itu doa untuk orang yang di kanan dan kirinya. Dan karena di masjid jumlah jamaahnya lebih banyak, maka doa yang akan diterimanya jauh lebih banyak.
  15. Selesai shalat wajib, dia akan mendapatkan pahala lagi bila membaca beberapa lafadz dzikir atau doa.
  16. Kemudian kesempatan berikutnya lagi adalah ketika dia melakukan shalat sunnah ba’diyah shalat.
  17. Di dalam masjid, dia tentu akan bertemu dengan banyak jamaah shalat lainnya. Ketika bertemu dan memberi salam, dia akan mendapatkan pahala tersendiri.
  18. Sambil memberi salam, apabila dia juga berjabat tangan, maka dia pun akan mendapatkan pahala tersendiri.
  19. Senyumnya kepada sesama saudaranya adalah sedekah. Dan ini akan menambahlagi kesempatannya untuk mendapatkan pahala.
  20. Ketika hendak berpisah dengan sesama jamaah di masjid, maka dia akan mendapat pahala bila mengucapkan salam atau membalas salam.
  21. Dia juga akan mendapatkan pahala bila diikuti dengan berjabat tangan ketika akan berpisah dengan sesama muslim.
  22. Ketika pulang dari masjid, dia membaca doa keluar masjid. Hal itu menambah lagi pahalanya.
  23. Di masjid terbuka kesempatan untuk berinfaq, maka bila dia memanfaatkan kesempatan itu, dia akan mendapatkan pahala tersendiri dari berinfaq.
  24. Di dalam masjid seringkali digelar khutbah atau majelis ilmu (kultum). Bila dia mendengarkan nasehat dan penyampaian ilmu dengan niat menjalankan perintah Allah SWT dan karena menuntut ilmu itu wajib hukumnya, maka dia akan mendapatkan kebaikan tersendiri.
  25. Ketika keluar, dia melangkah dengan kaki kirinya. Satu lagi tambahan pahala akan didapatnya.
  26. Ketika pulang, dia mengambil jalan lain yang tidak sama dengan jalan yang dilewati saat pergi ke masjid. Ini adalah sunnah Rasulullah SAW yang tentu mendatangkan pahala tersendiri.
  27. Setiap langkah kaki saat pulang dari masjid, maka dia akan mendapatkan pahala lain tersendiri.

Butir-buitr kesempatan memetik pahala di atas dari berbagai dalil yang berserak-serak, kemudian dikumpulkan. Tentu saja jumlahnya tidak hanya 27 bagian saja, pasti akan ada lebih banyak lagi.Namun uraian di atas hanya sekedar memberikan contoh salah satu versi ijtihad pada ulama ketika menguraikan rahasia mengapa shalat berjamaah di masjid lebih utama dari shalat yang lainnya.

 

Sedikit paparan tentang Fadhilah Shalat Berjamaah, semoga menambah pengetahuan kita untuk mendalami agama tauhid, sehingga kita bisa melasanakan shalat berjamaah dengan baik, Insya Allah.

 

Sumber :

Kuliah Fiqih ibadah dari Syakir Jamaluddin, MA.

Fadhilah Shalat Berjamaah  dari Ahmad Sarwat, Lc.

 

 

baner