Pengajian Isra’ Mi’raj MAN 2 Bantul

Popular

pengajianisraweb


Bantul (MAN 2 Bantul) – Suara riuh terdengar di Masjid At Ta’awun MAN 2 Bantul pada Jumat (13/4). Setelah dalam waktu peserta didik kelas X dan XI MAN 2 Bantul belajar di rumah hari pertama masuk langsung diisi dengan pengajian dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Peserta didik berebut menjawab ketika Drs. H. Amrullah, M.A. yang menjadi pembicara mengadakan kuis mengenai serba serbi Isra’ Mi’raj.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Isra’ Mi’raj merupakan salah satu peristiwa luar biasa. Hanya dalam waktu satu malam, Nabi Muhammad melakukan perjalanan dari Makkah ke Palestina. Kejadian yang tidak bisa diterima akal manusia pada waktu itu. Tidak sampai di situ saja, Nabi bahkan mengaku lebih dari itu. “Dalam Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW melewati 3 alam sekaligus,” ungkap Drs. H. Amrullah, MA. Ketiga alam dimaksud adalah alam manusia, alam malaikat dan alam ilahiah.

“Setidaknya terdapat tiga hikmah peristiwa Isra’ Mi’raj”, tutur Drs. H. Amrullah, M.A. Pertama adalah perintah sholat, salah satu kewajiban muslim, bahkan beberapa menyebut sebagai ritual terpenting dalam agama Islam. Karena sifatnya wajib maka harus disampaikan, sesuai dengan salah satu sifat utama Rasulullah yang dikenal sebagai selalu menyampaikan (tabligh). Dari sini kemudian muncul hikmah peristiwa Isra’ Mi’raj yang kedua yaitu sebagai penguji iman. Dari sinilah kemudian dikenal sebutan Ash Shiddiq yang disematkan kepada sahabat Abu Bakar. Sahabat utama ini menyatakan bahwa kalau yang menyampaikan adalah Nabi Muhammad, bahkan lebih dari itu pun dia percaya. Sedangkan hikmah terakhir berkaitan dengan keadaan psikologis Nabi waktu itu. Peristiwa Isra’ Miraj merupakan cara menghibur hati Nabi Muhammad waktu itu yang sedang diterpa berbagai kesedihan karena beberapa orang yang disayangi meninggal dunia. Galau, istilah anak muda zaman sekarang.

Hal senada juga sempat disinggung Drs. H. Ulul Ajib, M.Pd, Kepala MAN 2 Bantul ketika memberikan sambutan dalam pengajian tersebut. Rasulullah sebagai manusia juga sempat galau, kemudian dihibur dengan peristiwa Isra’ Mi’raj. Oleh karena itu, jika kita sedang sedih atau galau hendaknya semakin mendekatkan diri kepada Allah. “Burung Nuri hinggap di surau, pagi hari ramai berkicau. Bagi anak-anak yang sedang galau, mari mengaji agar hati tidak risau,” tutur Drs. H. Ulul Ajib, M.Pd. sembari berpantun. (wh/diin)

 

baner