MAN 2 BANTUL, Sukses mengimplementasikan ARD 2019 dengan metode WIO

Penilaian User: / 4
TerburukTerbaik 

Metode WIO diartikel ini singkatan dari Watching, Interconection dan cOllaboration yang berkonsep Revolusi Industri 4.0, dengan metode ini Implementarasi ARD (Aplikasi Raport Digital) di MAN 2 BANTUL bisa terbilang cukup cepat, dengan catatan penghitungannya mulai melakukan entri rapor perguru. Walaupun metode WIO ini masih ada kelemahan yaitu di awal sebelum dilakukan penerapan metode ini, karena harus melakukan observasi dulu secara mendalam sehingga observasi ini bisa memakan waktu yang cukup lama, tapi akan terbayarkan saat langsung praktek menggunakan ARD, karena terbilang cepat, efektif, efisien, dan yang penting, tanpa ada kegaduhan. Metode ini cukup freandly karena mampu beradaptasi dengan tipe guru apapun, baik guru yang memiliki kemampuan IT yang mumpuni ataupun guru yang memiliki IT yang terbilang pas-pasan. Makin penasaran dengan metode WIO ini, ini penjelasannya

Watching

Sudah jelas jika diartikan perkata adalah melihat, melihat disini diartikan cukup luas sekali. Proses inilah yang tergolong paling lama, melihat di sini diantaranya melihat percakapan chatting di group ARD, troubel shoting apa saja yang terjadi, di catat, diamati, bisa dikatakan lebih banyak mendengar daripada melakukan action , kemudian melihat perkembangan perangkat lunak ditunggu di upgrade sampai versi yang cukup stabil, tujuan disini supaya guru yang memiliki IT pas-pasan tidak akan memiliki pemikiran bahwa ARD sangat sulit, karena diawal implementasi ARD masih tergolong uji coba dan menurut perkiraan tim ITC MAN 2 BANTUL akan banyak BUG yang bersemayam disitu sehingga jika langsung di terapkan akan memperburuk citra ARD di mata para guru-guru, dan juga akan menghemat tenaga serta pikiran TIM ITC MAN 2 BANTUL karena tidak menjadi kelompok BETA TESTER. Mungkin bagi yang paham IT bug di perangkat lunak adalah wajar, anda pasti setuju bahwa tidak semua orang paham IT. Kemudian ada satu orang yang betul-betul paham IT melakukan serangkaian percobaan mengisi nilai semua kelas dan memastikan saat import nilai tidak terjadi masalah, sehingga kalau ada kegagalan Orang ini akan melakukan trik-trik sampai proses impor nilai lancar, kemudian didokumentasikan untuk persiapan proses distribusi ke guru-guru. Setelah itu semua sudah terlampaui saatnya TIM ITC MAN 2 BANTUL melakukan pendistribusian dokumentasi dengan membuat video tutorial serta petunjuk penggunaan ARD yang bisa diakses di ESMART klik disini, di Esmart terdapat Video tutorial yang bisa diakses secara online di manapun kapanpun tanpa ada batasan ruang dan waktu, video ini menjadi sangat penting karena bisa menggantikan metode konvensional yang harus ada pelatihan face to face, di era revolusi industri 4.0 ini yang dituntut harus serba cepat model pelatihan konvensional tersebut menjadi tidak efektif, kurang efisien, melelahkan serta ketinggalan jaman. Dengan membuat video daring ini juga diharapkan para guru memiliki konsep pembelajaran yang berbeda, sudah menerapkan video daring, kelebihan video daring ini bisa diputar berulang-ulang jika lupa cara pengoperasian ARD tidak seperti konsep face to face dimana ingatnya saat latihan saja, jika tidak memiliki dokumentasi yang cukup model face to face yang sudah akan lupa selamanya

Interconnection

Jangan anggap remeh Interconnection ini karena Interconnection ini yang membuat entri ARD menjadi efisien, Efektif, cepat karena bisa mengentri ARD dari mana saja kapan saja tanpa ada batasan ruang dan waktu, yang penting ada koneksi Internet. MAN 2 BANTUL sudah lama melakukan beberapa penelitian di bidang IT khususnya jaringan Internet dan sekarang sudah mampu mengelola secara mandiri datacenter, TIM ITC MAN 2 BANTUL sudah memprediksi 8 tahun yang lalu bahwa kedepan jaringan Internet akan menjadi tulang punggung didunia pendidikan baik untuk data siswa, absensi, penilaian dan lain sebagainya jika anda ingin melihat penelitian di bidang IT bisa kunjungi link ini. TIM ITC MAN 2 BANTUL menerapkan salah satu budaya Kementerian Agama yaitu INOVASI ( Menyempurnakan Yang Sudah Ada Dan Mengkreasi Hal Baru Yang Lebih Baik). ARD merupakan aplikasi yang sudah disiapkan oleh kementerian agama tetapi masih memiliki keterbatasan yaitu tidak bisa diakses secara online/dari luar madrasah, biasanya ARD ini hanya diakses menggunakan jaringan lokal saja dengan alamat ip http://192.168.0.102, tetapi TIM ITC MAN 2 BANTUL mengkreasikan dengan menerapkan inovasi bagaimana caranya ARD ini bisa diakses dari mana saja asal ada koneksi internet dan harus mudah di ingat alamatnya, sehingga setelah melakukan beberapa kali ujicoba yang cukup panjang dan melelahkan akhirnya berhasil mengonlinekan ARD dengan alamat : http://erapor.man2bantul.sch.id. dan juga di sediakan apliasi androidnya yang bisa di download di sini sehingga jika ARD bisa di onlinekan guru tidak harus berdiam diri di madrasah, nglembur-nglembur di madrasah hanya karena ingin mengentri ARD saja, dengan mengerjakan ARD di rumah suasana hati lebih nyaman, senang karena bisa disambi menyelesaikan pekerjaan rumah, bisa ngobrol sama keluarga, ini bisa menjadi salah satu penerapan ARD di MAN 2 BANTUL lebih cepat. Secara teknis supaya ARD bisa diakses seperti tersebut disamping gampang-gampang susah diantara TIM ITC MAN 2 BANTUL harus mampu mengatasi IP Pubik dynamic yang sering berubah ubah yang di berikan oleh ISP dimana ini yang membuat pusing yang ingin mengakses server dari luar, ditambah lagi cara mengatasi ISP yang memberikan IP Publik yang  di NAT (Network Acces Translation) yang membuat IP Publik ISP tidak bisa diakses dari luar karena di berada di belakang router ISP, alasannya karena IP Publik ISP tersebut semakin habis karena banyaknya yang menyewa jasanya. Penerapan Smart DNS yang bisa menghemat bandwith dan akan mempercepat koneksi,penerapan proxy karena port 80 sudah di gunakan oleh portal esmart, server, dokumentasi dan lain-lain, jika barigade ini bisa diselesaikan satu persatu, akhirnya nyaman juga dalam penerapan ARD.

cOllaboration

Secanggih apupun sebuah teknologi rasanya tidak afdol kalau tidak ada HUMAN TOUCH. Sentuhan manusia disini diantaranya membuat TIM percepatan Implementasi ARD kurang lebih ada 14 TIM ARD di bagi menjadi dua bagian yaitu bagian teknis dan bagian entri data. Bagian teknis bertanggung jawab hal-hal teknis(Internet, jaringan, dll) serta memberi solusi troubel shoting yang sulit dipecahkan oleh bagian entri data dan melakukan pendampingan jika diperlukan. 14 TIM ARD ini menjadi sangat penting kedepannya karena TIM inilah yang nanti di semester depan TA 2019-2020 menjadi pendamping bagi guru yang lain yang belum pernah memakai ARD. TIM ARD ini diberi tanggung jawab untuk entri per kelas, melakukan kolaborasi saling mengisi, saling membantu, saling mendampingi sesama rekan TIM serta cara ini mengatasi guru-guru yang kena mutasi besar-besaran yang harus diganti oleh guru yang ada dimadrasah, sehingga cara ini bisa efisien cukup melihat video tutorial yang sudah dibuat maka semua pekerjaan bisa selesai. Diawal memang agak canggung serta aneh karena menerapkan cara yang berbeda dari biasanya, biasanya ada pelatihan face to face tapi disini pelatihannya secara mandiri di bantu oleh mesin yaitu sebuah video yang diupload secara daring, dan dibantu juga adanya kolaborasi antar TIM ARD yang saling mengisi kelebihan dan kekurangan masing-masing personal sehingga implementasi ARD di MAN 2 BANTUL bisa lancar tanpa ada kendala. Sebagai kuncinya adalah seberat apapun sebuah pekerjaan akan terasa ringan jika dilakukan secara bersama-sama (kolaborasi).

Secara hitung-hitungan hari penyebaran informasi pengisian ARD H-10, itupun masih terpotong hari untuk pemilihan 14 TIM ARD, pembuatan surat tugas, secara hitung-hitungan, ARD betul-betul dikerjakan para guru itu H-3, ya betul kurang lebih kurang dari 3 hari dari waktu yang di tentukan, itupun masih ada yang mengentri ARD H-1 betul-betul mantul (mantab betul) di tambah para TIM ARD masih disambi-sambi bebagai macam acara, dan ternyata metode WIC ini sangat efektif, efisien, tanpa kegaduhan, ARD selesai di entri tepat waktu tanggal 31 Juli 2019 kurang lebih pukul 21:00 sehingga sesuai dengan edaran yang dikeluarkan KANWIL DIY bahwa batas entri ARD sampai tanggal 31 Juli 2019. Mungkin di madrasah lain memiliki cerita unik seputar penerapan ARD, bisa jadi lebih efektif dan efisien dari metode WIC, kalau bisa disharing lewat tulisan sehingga banyak rekan-rekan seperjuangan bisa menerapkan cara yang sama, sehingga para rekan ARD bisa  memodifikasi lagi metode dan berakibat memiliki efisiensi yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

 

baner


 

 

Info Pengunjung






 
  hit counter