Disela-Sela Kesibukan Bapak Ibu Guru MAN Sabdodadi membuat Batik jumputan

“Libur, tlah tiba, libur tlah tiba hatiku gembira”, sebait potongan lagu libur tlah tiba, ternyata tidak menyurutkan semangat bapak ibu guru MAN Sabdodadi Bantul,untuk berkarya. disela-sela kesibukan mendidik anak- anak , bapak ibu MAN ternyata tetap eksis mempertahankan warisan budaya bangsa, salah satunya Batik Jumputan .

Batik Jumputan pada dasarnya hampir sama dengan Batik Tulis, merupakan sebuah karya seni, hasil dari kerajinan/ketrampilan tangan pada sebuah kain hasil proses pewarnaan dengan celup rintang.Artinya zat warna yang diserap oleh kain dirintangi (terhalang) dengan bahan atau alat sehingga membentuk corak/motif. Pada Batik Jumputan yang dipergunakan sebagai perintang warna adalah tali rafia / karet / benang maupun potongan-potongan bambu kecil yang diikatkan pada kain. Batik Jumputan mempunyai Nilai Seni tersendiri. Keanggunan corak dan warna sangat dipengaruhi oleh ketrampilan pengrajin. Hasil corak dan warna yang timbul tergantung dari bahan baku kain, cara, kreasi dan zat warna yang dipergunakan.

Bahan baku yang dipergunakan untuk membuat batik numputan adalah kain dari serat alami, antara lain : jenis katun, rayon atau dari campuran katun dan rayon atau bahkan dengan jenis kain sutra. Karena kain jenis tersebut mampu menyerap zat warna dan dengan sendirinya kain tersebut bila dipakai adem dan lebih nyaman (menyerap keringat). Demikian pula zat warna yang dipergunakan mudah didapat dipasaran umum. Misalnya dari jenis zat warna naptol, indigosol, remasol atau bisa juga dengan zat alami (umbi kunyit, kulit buah manggis, bunga pukul empat dan lain-lain).

Cara membuat batik jumputan :

  1. Kain (Mori/sutra) dibuat polanya terlebih dahulu
  2. Jelulur polanya jika pola itu berbentuk bunga, jajaran genjang, daun dsb
  3. Setelah pola terbentuk kemudian dilanjutkan dengan proses penjumputan. Ada dua teknik yang biasanya diterapkan untuk membuat batik jumputan yaitu teknik ikat dan teknik jahitan. Teknik ikat adalah teknik denganmengikat kain. Media yang diikat akan menimbulkan motif. Cara mengikatnya harus kencang supaya pada saat dicelup tidak terkena warna sehingga setelah ikatannya dilepas akan terbentuk pola-pola yang indah. Adapun yang digunakan sebagai perintang adalah tali raffia, karet maupun benang yang diikatkan pada kain. Sementara untuk menampilkan efek “jumputan” bisa dilakukan dengan bantuan beberapa media diantaranya biji-bijian, tutup botol, kancing, atau media lainnya yang serupa.Sementara  itu untuk menambah kreasi juga dapat dilakukan penggabungan antara teknik ikat dengan teknik jahitan yang sering disebut dengan teknik kombinasi..
  4. Celupkan kain yang telah diikat ke dalam pewarna. Teknik pewarnaannya dapat dilakukan dengan pewarnaan sintetis yakni indigosol, remasol dan naptol yang dikenal tidak mudah luntur.image002
  5. Cucidengan air besih agar zat warna tidak menempel dikain, yang menyebabkan kain mudah sobek.
  6. Keringkan kain dengan cara diangin-anginkan, jangan di jemur.
  7. Buka ikatan kain, dan jadilah batik jumputan yang kita inginkan.


Nah inilah hasil batik jumputan ibu-ibu guru MAN Sabdodadi Bantul


image001

 

baner