OSIS MAN 2 Bantul Peringati Hari Kartini

Bantul (MAN 2 Bantul) – Suasana meriah tampak terlihat di MAN 2 Bantul pada Sabtu (21/4). OSIS MAN...

Pengajian Isra’ Mi’raj MAN 2 Bantul

Bantul (MAN 2 Bantul) – Suara riuh terdengar di Masjid At Ta’awun MAN 2 Bantul pada Jumat (13/4)...

Pelantikan Bantara MAN 2 Bantul

Bantul (MAN 2 BAntul) – Pelantikan bantara dilaksanakan pada hari Sabtu-Minggu tanggal 24-25 Feb...

H Thoyib Hidayat: Jangan Sampai Menjadi Orang Miskin

Bantul (MAN 2 Bantul) – “Orang harus pandai memanfaatkan kesempatan dalam hidup”, demikian disam...

Pemilos MAN 2 Bantul menjadi Latihan bagi Pemilih Pemula

Bantul (MAN 2 Bantul) – Pemilihan ketua OSIS (Pemilos) sebagai salah satu hajatan demokrasi pesert...

Kembangkan Potensi Diri, Cegah Nikah Dini

MAN 2 BANTUL – Antisipasi semakin meningkatnya angka pernikahan dini di Kabupaten Bantul, madras...

Hadapi Kelulusan, MAN 2 Bantul Jalin Kerjasama dengan Orangtua Siswa

Bantul (MAN 2 Bantul) – Peserta didik kelas XII MAN 2 Bantul akan segera menempuh ujian kelulusan....

BLK Lakukan Uji Keterampilan Peserta Didik MAN 2 Bantul

  Bantul (MAN 2 Bantul) – Selain mengujikan mata pelajaran untuk bekal Ujian Nasional Berbasis Ko...

Kepala MAN 2 Bantul: Santri Bukan Hanya Mereka yang Belajar di Pesantren

Bantul, (MAN 2 Bantul) – “Santri bukan hanya mereka yang belajar di pesantren”, demikian disampaik...

Pembagian Hasil Belajar Peserta Didik MAN 2 Bantul

Bantul (MAN 2 Bantul) – Pemandangan sedikit berbeda terjadi di MAN 2 Bantul. Pada hari ini, Sabtu ...

  • OSIS MAN 2 Bantul Peringati Hari Kartini

  • Pengajian Isra’ Mi’raj MAN 2 Bantul

  • Pelantikan Bantara MAN 2 Bantul

  • H Thoyib Hidayat: Jangan Sampai Menjadi Orang Miskin

  • Pemilos MAN 2 Bantul menjadi Latihan bagi Pemilih Pemula

  • Kembangkan Potensi Diri, Cegah Nikah Dini

  • Hadapi Kelulusan, MAN 2 Bantul Jalin Kerjasama dengan Orangtua Siswa

  • BLK Lakukan Uji Keterampilan Peserta Didik MAN 2 Bantul

  • Kepala MAN 2 Bantul: Santri Bukan Hanya Mereka yang Belajar di Pesantren

  • Pembagian Hasil Belajar Peserta Didik MAN 2 Bantul

NextPrevious


GERHANA MATAHARI WILAYAH YOGYAKARTA 2016

gerhana total FILEminimizer

YOGYAKARTA, KOMPAS — Meski Daerah Istimewa Yogyakarta tidak dilalui oleh gerhana matahari total pada 9 Maret mendatang, sejumlah pihak di provinsi tersebut tetap menyiapkan pengamatan gerhana secara bersama-sama. Masyarakat umum bisa ikut hadir untuk mengamati gerhana matahari dengan peralatan yang sudah disiapkan.

"Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang hanya akan terlihat gerhana matahari sebagian. Namun, kami tetap akan melakukan pengamatan yang bisa diikuti oleh masyarakat umum," ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Tony Agus Wijaya, Kamis (3/3/2016), di Yogyakarta.

Tony menjelaskan, gerhana matahari di Yogyakarta akan mulai terjadi pada pukul 06.20 sampai pukul 08.35 sehingga total durasi gerhana sekitar 2 jam 14 menit. Puncak gerhana matahari di Yogyakarta akan terjadi pada pukul 07.23. "Pada puncak gerhana di Yogyakarta, 84 persen bagian matahari akan tertutup oleh bulan. Jadi, pada saat itu matahari akan berbentuk seperti bulan sabit," katanya.

Dia menambahkan, meski gerhana matahari di Yogyakarta bukanlah gerhana total, fenomena alam tersebut tetap bisa dinikmati karena durasinya cukup lama. Selain itu, pada puncak gerhana, suasana Yogyakarta kemungkinan juga akan berubah menjadi lebih gelap dari biasanya karena 84 persen bagian matahari tertutup.

"Matahari kan sangat memengaruhi kehidupan kita. Makanya, kalau ada gerhana matahari mencapai 84 persen, efeknya akan 'dramatis' karena suasana akan berubah dari cerah menjadi remang-remang," tuturnya.

Oleh karena itu, menurut Tony, BMKG Yogyakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dan Taman Pintar menggelar pengamatan gerhana matahari pada 9 Maret 2016 di Tugu Yogyakarta. Dalam acara bertajuk "Jogja Melihat Gerhana" itu, BMKG Yogyakarta akan menyediakan teropong astronomi yang terhubung dengan layar televisi dan layar proyektor. Dengan begitu, hasil pengamatan gerhana dari teropong itu akan bisa dinikmati secara bersama-sama melalui layar.

Selain melihat melalui layar, masyarakat juga bisa mencoba mengamati gerhana matahari melalui teropong yang telah disiapkan. Panitia "Jogja Melihat Gerhana" juga akan menayangkan hasil pengamatan gerhana matahari di tempat lain, terutama di kota-kota yang mengalami gerhana matahari total.

"Dalam acara itu juga akan ditampilkan atraksi-atraksi kesenian. Menurut rencana, arus lalu lintas sekitar Tugu Yogyakarta akan dialihkan untuk penyelenggaraan acara tersebut," ujar Tony.

Selain BMKG Yogyakarta, ada sejumlah pencinta astronomi yang akan menggelar pengamatan gerhana matahari di Yogyakarta. Komunitas Jogja Astro Club, misalnya, akan menggelar pengamatan gerhana di Alun-alun Utara Yogyakarta. "Untuk pengamatan di Alun-alun Utara, masyarakat bisa mengamati gerhana dengan teropong atau dengan kaca mata yang dilengkapi filter," kata pembina Jogja Astro Club, Mutoha Arkanuddin.

Mutoha menambahkan, pihaknya menyiapkan 5 teleskop dan 300 kacamata untuk melihat gerhana. Masyarakat bisa meminjam atau membeli kacamata tersebut agar bisa mengamati gerhana matahari dengan nyaman dan aman. "Dalam acara itu, akan ada 100 sukarelawan untuk memandu masyarakat mengamati gerhana dengan aman," tuturnya.

 

baner