Memulai Usaha Bisnis Sendiri | 6 Faktor Sukses

Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 

Dalam merintis dan memulai usaha bisnis sendiri, seperti bisnis percetakan, sukses itu tidaklah gampang. Banyak faktor potensial yang menentukan sukses tidaknya perjalanan usaha bisnis (percetakan) kedepannya. Dari awal, Anda harus terlibat penuh dalam usaha tersebut. Anda harus merancang sistem bisnisnya, mengatur siapa saja orang-orang yang akan membantu, bagaimana usaha itu bisa berjalan, bagaimana memasarkan, dan lain sebagainya.


Sekarang, apa sih yang harus Anda perhatikan kalau ingin membuka usaha bisnis sendiri supaya sukses dan berhasil?  Mari, kita perhatikan dengan seksama faktor-faktor penentu kesuksesan usaha bisnis dibawah ini:

1. Bidang Usaha
Tentukan lebih dulu, bidang usaha bisnis macam apa yang ingin Anda jalankan. Apakah Anda ingin menjalankan usaha percetakan di rumah? Atau apakah Anda ingin membuka toko distro online seperti teman anda, atau justru ingin membuka sebuah butik? Bagaimana kalau toko souvenir dan undangan unik yang menjual pernik-pernik souvenir unik seperti gelas-gelas lucu atau semacamnya? Bisa juga kan? Pada prinsipnya, semua bidang usaha tersebut bisa dibagi menjadi:

Bidang usaha yang jarang atau belum ada.
Beberapa dari Anda mungkin ragu bila ingin memulai bidang usaha yang belum ada atau masih jarang dilakukan. Tapi itu bukan berarti Anda tidak akan sukses. Tengok Aqua. Ketika pertama kali diperkenalkan, banyak orang ragu apakah Aqua bisa berhasil di pasaran, padahal belum pernah sebelumnya ada pengusaha yang menjual air minum dalam botol. Bahkan pada awalnya banyak yang mencibir: apa ada orang yang mau membeli air dengan harga lebih mahal dari bensin? Apalagi kita bisa memasak air minum sendiri di rumah. Nyatanya Aqua sukses besar.

Bidang usaha yang sudah banyak dilakukan
Bisa juga Anda memulai Bidang Usaha yang sudah banyak dilakukan. Kalau tadi banyak orang ragu untuk memulai bidang usaha yang baru, tapi di lain pihak banyak juga orang yang ragu untuk memulai bidang usaha yang sudah banyak dijalankan. Sebagai contoh, banyak orang yang ragu untuk membuka usaha bisnis percetakan, karena di sekitarnya sudah banyak yang melakukannya.

Sebenarnya, walau bisnis percetakan sablon digital milik Anda baru berdiri, tapi kalau produk-produk dan layanan personal yang Anda suguhkan mempunyai kelebihan atau ciri khas dibanding pesaing Anda, selalu ada peluang bisnis untuk berhasil. Belum lagi faktor pelayanan yang baik, walau usaha ini banyak pesaingnya, maka peluang berhasil tetap terbuka.

2. Lokasi Usaha
Di mana Anda ingin membuka lokasi usaha bisnis Anda? Di rumah sendiri? Atau Anda ingin menyewa sebuah tempat kecil di pinggir jalan semacam Studio Foto? Atau Anda ingin menyewa sebuah ruko untuk bisnis kartu nama instant? Jangan lupa bahwa dalam beberapa jenis bidang usaha, lokasi memegang peranan yang cukup penting. Anda sendirilah yang harus menentukan lokasi mana yang tepat dalam usaha bisnis Anda. Sekali lagi, lokasi memegang peranan yang sangat penting.

3. Pelanggan
Bagaimana Anda mendapatkan pembeli barang dagangan Anda? Atau bila itu usaha jasa, bagaimana cara Anda akan mendapatkan klien? Apakah Anda akan memulainya dengan mempromosikannya dari mulut ke mulut? Ataukah Anda akan membuat dan mencetak brosur dan menyebarkannya dari rumah ke rumah?

Beberapa orang yang saya kenal mempromosikan usahanya dengan memasang plang di depan tempat usahanya. Ada juga yang mempromosikan usahanya dengan memasang iklan kecil di koran. Atau, kenapa Anda tidak mencoba memasang iklan Anda di internet? Buatlah blog atau website usaha bisnis anda untuk menjaring konsumen secara global. Internet terbukti merupakan media yang ampuh dalam menjaring pembeli, walaupun mungkin tidak semuanya.

Yang terpenting di sini adalah Anda sudah harus tahu terlebih dahulu tentang bagaimana cara Anda dalam mendapatkan pembeli atau klien dari usaha Anda. Bila tak ada pembeli, tak akan ada penjualan. Bila tak ada penjualan, maka usaha Anda tidak cukup berhasil. Sederhana sekali.

4. Tenaga Kerja
Berapa orang tenaga kerja yang akan Anda pekerjakan? Apakah hanya Anda sendiri yang bekerja di situ? Apakah Anda juga mempekerjakan sejumlah orang dalam usaha Anda? Mungkin ada baiknya kalau Anda mulai dengan jumlah tenaga kerja yang sedikit lebih dahulu. Nanti bila usaha Anda makin berkembang, Anda mungkin akan membutuhkan sejumlah tambahan orang yang bisa Anda pekerjakan.

Ada bagusnya bila Anda juga mempekerjakan anggota keluarga Anda. sebagai tenaga kerja Seperti anak Anda (bila mereka sudah cukup umur tentunya), atau mungkin suami atau istri Anda sendiri. Dengan mempekerjakan mereka, maka secara tidak langsung mereka juga akan mempunyai rasa ikut memiliki dalam usaha tersebut. Dengan adanya rasa memiliki dari para anggota keluarga, maka dukungan yang diberikan kepada Anda untuk menjalankan usaha tersebut bisa makin besar.

5. Perencanaan Keuangan
Banyak usaha yang bangkrut karena kehabisan uang tunai alias modal. Karena itu penting sekali bagi Anda untuk memperhitungkan jumlah modal awal yang sebaiknya Anda miliki untuk bisa menjalankan usaha Anda. Alangkah baiknya apabila modal tersebut bisa mencukupi untuk membayar pengeluaran perusahaan selama 12 bulan ke depan.

Selain modal awal, apa yang harus Anda lakukan adalah dengan membuat perkiraan arus kas modal selama 12 bulan ke depan. Perkiraan arus kas modal adalah perhitungan yang menggambarkan berapa perkiraan arus keluar masuk uang tunai dalam usaha Anda. Sama seperti modal, maka alangkah baiknya kalau Anda memiliki perkiraan arus kas selama 12 bulan ke depan. Dengan demikian, dalam setahun ke depan, usaha Anda diharapkan tidak akan bangkrut hanya gara-gara kehabisan uang tunai.

6. Gaya Berdagang.

Di samping hal-hal di atas, ada hal-hal lain yang perlu Anda perhatikan sehubungan dengan gaya berdagang Anda. Memang ada pepatah yang mengatakan bahwa orang baik bahagia hidupnya. Tapi dalam bidang usaha, terlalu baik hati bisa menciptakan sejumlah hambatan. Dan memang banyak pemilik usaha kecil yang terlalu "baik" dalam menjalankan usaha bisnis alias dagangannya, seperti:
- Mereka terlalu mengalah terhadap partner atau langganannya
- Mereka menetapkan harga yang pas-pasan saja atas produk dan jasa yang dijualnya
- Mereka terlalu baik hati dan kurang tegas terhadap bawahannya
- Mereka merasa ada sesuatu yang salah, kotor atau tak bermoral kalau mereka mendapatkan uang, keuntungan atau kesempatan.

Karena itu, hindari gaya-gaya berdagang seperti itu! Pengusaha yang baik tidak hanya berlaku baik, tetapi berlaku adil. Adil terhadap partner atau pelanggannya, adil terhadap harga barang dagangan dan jasa yang dijualnya, adil terhadap bawahannya, dan tentu saja adil terhadap dirinya sendiri.

Terakhir, yang paling penting, ada satu hal yang harus ada di benak Anda sebelum memulai usaha bisnis sendiri, yaitu: SIAP UNTUK GAGAL. Rencanakan keberhasilan Anda, tetapi persiapkan juga mental anda untuk menghadapi resiko kegagalan. Sehingga apabila Anda betul-betul gagal, Anda tidak akan down, dan tetap dapat melihat masa depan usaha dengan harapan positif.

Nah, kapan anda berani memulai usaha bisnis percetakan sendiri ? Ayo, langsung aja praktek...!!!

 

baner


 

 

Info Pengunjung






 
  hit counter